Sep 01, 2014

Change Management

Siapa yang tak kenal dengan arti Change atau perubahan? Semua kita pasti tahu, apalagi sekarang ajakan untuk melakukan perubahan semakin gencar, dimana-mana slogan perubahan semakin ramai dikumandangkan, mengapa orang sibuk bicara perubahan? Apa hanya karena adagium bahwa didunia ini tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri? Kalau perubahan sudah menjadi menu setiap orang dalam perjalanan hidupnya mengapa orang masih perlu diajak dan bahkan diajarkan untuk melakukan perubahan?

Dua kata kata diatas menyiratkan dua kondisi, yaitu perubahan dan cara mengelolanya, soal pengelolaan itu urusan managerial, setiap manager pasti tahu apa yang harus dilakukan sejalan dengan fungsinya sebagai manager, kalau begitu bagaimana kalau kita fokus hanya pada kata yang pertama saja “ Perubahan”, karena ini adalah esensinya, apa yang hendak di kelola bila esensi atau konten perubahannya ti1dak ada? Ada banyak bentuk perubahan dari yang lambat hingga cepat, dari yang skala kecil hingga skala luas, sebut saja istilah Evolusi dan Revolusi, Reformasi dan Restorasi, ada satu istilah lagi yang juga sering dipakai, Transformasi, semua itu menyiratkan adanya sebuah proses perubahan, Transformasi berasal dari kata Trans dan Form, sama seperti transportasi, trans dan port, Transaksi, Trans dan aksi, Trans berkonotasi proses berpindah, bergerak, berubah dari satu titik ke titik yang baru, Pada Transformasi artinya berpindah dan form artinya format atau bentuk, sehingga berarti berpindah menjadi bentuk yang baru, bentuk sekarang ingin diubah menjadi bentuk baru yang lebih baik dan diinginkan. Kalau Kata Transformasi ini kita gabungkan dengan leadership akan menjadi lebih hebat lagi, artinya seorang leader yang mampu membawa tim nya untuk perubahan.

Dalam organisasi atau perusahaan, ada banyak situasi yang mendorong dan bahkan menekan untuk terjadinya perubahan, bisa dari faktor extern2al seperti kondisi ekonomi, politik dan demografi yang berubah atau faktor kebutuhan internal seperti adanya penerapan teknologi baru, strategi baru atau karena adanya berubahan culture, dalam perubahan pasti menyangkut dua dimensi besar yaitu sisi teknis dan sisi people, bila kita ditanya mana yang paling sulit dari dua dimensi itu pasti jawabnya dari sisi People, memang benar dalam organisasi inilah tantangan terbesarnya, banyak transformasi diperusahaan gagal utamanya karena gagal mengajak para karyawan untuk berubah,  terjadi resistensi dalam perubahan, ataupun kalau ada perubahan terjadi sangat lambat dan sporadik, inilah alasan mengapa untuk menjadi seorang TRANSFORMATIONAL LEADER harus menguasai skill change management

Padahal ada banyak teori, tools dan konsep yang tersedia untuk melakukan perubahan, sebut saja teori dari Kurt Lewin Change management, bisa juga menggunakan pendekatan McKinsey 7S, yang terkenal dengan Hard dan Soft faktornya, atau bisa juga dengan 8 Step Model nya John Kotter sang guru perubahan dan masih banyak lagi, diantara semua teori yang ada coba perhatikan tidak ada satupun yang secara spesifik menyebut perubahan MINDSET, dalam pendekatan NLP (Neuro Linguistic Programming) 3ada teknologi SIX NEUROLOGICAL LEVEL, yang bila di kombinasikan dengan konsep change management modern yang ada, akan dahsyat sekali efeknya. Secara empiris teknik ini telah dicobakan pada beberapa perusahaan dan bila rekomendasi dijalankan sepenuhnya hanya dalam dua tahun sudah terasa efek perubahannya, mengapa harus dua tahun koq lama sekali? Begitu pertanyaan yang sering muncul atau bahkan ada yang terheran-heran koq cepat sekali biasanya paling cepat 5 tahun baru ada impact seperti yang diinginkan, semua bisa ya bisa juga tidak, coba bayangkan sekarang kita hendak pergi ketempat yang jauh dengan mengendarai mobil, cepat atau lambatnya tiba ditujuan tergantung apa dan siapa? Kalau sopirnya handal dan teknologi mobil nya sangat mendukung, mungkinkah kita bisa sampai ditempat tujuan sesuai waktu yang diinginkan?  Memang perusahaan bukan se simple mobil, namun fakta empirisnya bila di lakukan oleh seorang Transformational Leader dengan menggunakan teknologi Mind Power dan mengimplementasi fungsi change management dengan benar, apalagi yang bisa menghambat leader untuk mencapai tujuannya? Bukankah ini yang diinginkan perusahaan?

Bila ingin merubah seseorang, rubah perilakunya maka akan terjadi perubahan sesaat, namun bila ingin merubah perilaku menetap dan jangka panjang, rubah MINDSET nya, tantangannya sekarang bagaimana merubah mindset? Bukankah merubah perilaku itu sulit, berubah sebentar kemudian kembali lagi keperilaku lama, bagaimana kalau kita kombinasikan dengan system, maksudnya begini, Mindset dirubah dengan teknologi mindpower, sehingga jelas sekali apa yang ingin dicapai dan dalam dadanya menggelora untuk segera take action, perubahan perilaku pasti terjadi, pada level personal, system yang dipakai adalah “Body, mind and spirit is one system”, dengan teknologi Six Neurological Level di install sebuah tujuan yang sangat ekologis, pada level perusahaan system yang dimaksud bisa apa saja termasuk Sistem Human Resources. Sehingga ajakan perubahan bisa diterima pikiran dan diamini oleh hati, setelah itu dipertahankan dengan system sehingga terbentuk perilaku baru yang sesuai dengan kebutuhan perubahan. Seperti kata Einstein adalah kegilaan besar mencapai tujuan baru dengan cara lama, artinya harus ada perilaku baru yang sesuai dengan kebutuhan perubahan, singkatnya membangun perilaku baru dengan mengubah Mindset dan dipertahankan oleh system.

Kita semua adalah pelaku perubahan, kita adalah transformer, banyak sekali perubahan yang terjadi sepanjang kehidupan kita, sebut saja berubah dari masa kanak kemasa dewasa dan kemasa orang tua, banyak orang sukses melakukan transformasi dari masa kanak ke masa dewasa, namun tidak semua orang dewasa sukses ber transformasi ke masa orang tua, yang banyak terjadi adalah, orang dewasa yang berusia tua, mengapa demikian?, karena banyak orang meskipun pernah mengalami namun belum tentu berkesempatan untuk merenungkan dan memformulakan bagaimana melakukan proses transformasi yang efektif, apalagi secara sadar dan sengaja mempelajari teknologi perubahan yang terbaru, namun sekarang sudah ada harapan baru untuk melakukan perubahan dengan nyaman dan menyenangkan, tunggu apalagi?

Objective Program :
Perubahan tidak hanya pada level perusahaan system termasuk Sistem Human Resources tetapi juga perubahan perilaku harus terjadi pada level personal, system yang dipakai adalah “Body, mind and spirit is one system”, dengan teknologi Six Neurological Level di install sebuah tujuan yang sangat ekologis, sehingga terbentuk perilaku baru yang sesuai dengan kebutuhan perubahan. Singkatnya membangun perilaku baru dengan mengubah Mindset dan dipertahankan oleh system.

Durasi Training :
2-6 Days, depend on program selection, such as initial assessment, progress monitoring and impact review

Request Preview           Request Presentation

 

For More Information

Joe Mustafa (Zulfikar)

[email protected]

Hp : (+62) 8118455725