Sep 21, 2014

Creative Inovatif

Mana yang harus lebih dulu, menjadi manager yang baik baru menjadi leader yang baik atau sebaliknya?

Bila harus memilih salah satu:  menjadi Pemimpin yang baik atau menjadi pemimpin yang efektif? Bila semua jawaban adalah benar, apa pilihanmu?

Sebagai professional, mana yang harus didahulukan?  Memiliki konfiden atau kompetensi?

4Pertanyaan diatas merangsang segera orang untuk menjawab dan biasanya langsung memilih satu jawaban dan kemudian ikuti oleh argumennya, Saya pilih ini karena….begitu polanya, semua argumen yang dipakai itu pada dasarnya adalah pengetahuan yang sudah dimiliki, argumen juga bisa dari pengalaman yang dirubah menjadi pengetahuan, sehingga setiap orang memilih jawaban sesuai dengan persepsinya masing-masing, karena semua jawaban adalah benar sehingga muncul perdebatan yang tiada henti, Inilah contoh berpikir yang menegaskan bahwa persepsi selalu benar menurut dirinya sendiri.

Pola pikir seperti ini biasa terjadi dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga orang terkondisi untuk harus selalu atau mendapat pembenaran oleh lingkungan atau dibenarkan oleh atasan,(bahasa negatifnya “takut disalahkan dan dimarahi atasan”) lambat laun pola ini semakin kuat hingga suatu saat karena lingkungan kompetisi yang berubah semakin cepat, membuat sulit keluar dari pola pikir yang sudah dizona nyaman ini untuk berpikir Kreatif dengan berani melawan kebiasaan, proses yang baku, pola, aturan atau ikut perintah, karena dasarnya adalah selalu ingin pembenaran sehingga takut salah. Bukankah ini salah satu faktor penghambat proses berpikir kreatif?

5 “Being right” artinya adalah ingin selalu benar setiap saat, “being effective” artinya benar pada akhirnya, pada proses berpikir kreatif yang diutamakan adalah berani salah namun pada akhirnya harus benar, sebagai ilustrasi adalah penemuan lampu pijar, Thomas Alfa Edison harus melakukan percobaan ribuan kali sebelum menemukan yang benar. Dia tidak merasa melakukan kesalahan, namun belajar dari kegagalannya itu dan akhirnya menemukan yang benar dan hebatnya karena mindset nya benar dia bukan berpikir salah namun semakin bersemangat karena telah berhasil memisahkan yang salah dari yang mungkin benar, artinya setiap kali menemukan kesalahan dia berpikir pasti akan lebih cepat sampai pada hal yang benar. Istilah Penemuan, Kreatifitas dan Inovasi memang saling berkaitan erat, secara sederhana Penemuan berarti Menemukan hal baru yang sebelumnya sama sekali belum pernah ada, Kreatif berarti menemukan ide baru dari gabungan konsep yang sudah diketahui menjadi sesuatu hal baru yang belum terpikir sebelumnya, berarti Kreatif itu berada dalam tatanan Ide atau Pikiran. Sedangkan Inovasi adalah ide kreatif yang berhasil di implementasikan yang menghasilkan manfaat.

Pada suatu kesempatan pelatihan disebuah perusahaan dengan peserta lebih dari 100 manager, semua peserta mengangkat tangan ketika ditanya “apakah semua peserta diruangan ini adalah seorang professional” ?, dan hanya sebagian yang mengangkat tangan ketika ditanya apakah semua peserta diruangan ini adalah Leader?, dan hanya 10 orang yang berani mengangkat tangan ketika saya tanya apakah semua orang diruangan ini adalah seorang yang kreatif?

Leadership dan kreatif sangat erat hubungannya, tugas seorang leader adalah membawa perubahan kearah yang lebih baik dengan mencapai tujuan atau visi, dalam perjalanan mencapai tujuan pasti akan ada banyak tantangan, hambatan dan masalah, sehingga kemampuan berpikir kreatif dan inovatif menjadi sangat penting dan membedakan bagi seorang Transformational Leader.

Mengapa banyak orang berpikir dirinya tidak kreatif atau kurang kreatif? atau sering argumennya kalau sudah kepepet baru kreatif, artinya sama saja sudah mampu berpikir kreatif hanya jarang digunakan, kenapa? coba renungkan, sepanjang perjalanan kehidupan kita pasti semuanya tidak akan mulus atau lancar-lancar saja, pasti banyak hambatan, masalah dan tantangan yang tiada henti, pasti suatu saat suatu ketika kita menemukan cara baru, ide baru untuk mengatasi semua tantangan itu dan berhasil memecahkan masalah, artinya tanpa kita sadari kita sudah berpikir kreatif,… hanya saja kebanyakan kita kurang berkesempatan untuk merenungkan dan menarik pelajaran dari semua peristiwa yang telah kita alami, singkatnya kita belum sempat menarik pembelajaran dan memformulakan bagaimana itu berpikir kreatif apalagi secara sadar belajar bagaimana meningkatkan kemampuan kita untuk berpikir lebih kreatif.

6Berpikir kritis rasional dan berpikir kreatif atau divergen atau lateral sama pentingnya, jangan karena keadaan sehari-hari, pekerjaan dan lingkungan membuat kemampuan ini jarang digunakan, sama seperti tangan kanan dan kiri, meskipun kebanyakan aktifitas dilakukan oleh tangan kanan namun tidak berarti tangan kiri tidak ada peran, sehingga untuk berpikir kreatif tahap awalnya adalah membangun mindset bahwa saya adalah orang yang kreatif.

7NLP ( Neuro Lingusitif Programming ) Bisa digunakan untuk mengakselerasi belajar berpikir kreatif, dalam istilah teknisnya mampu berpikir holistik dengan Chunk up, Chunk down dan Chunk side, semua kembali kepada bagaimana kita diajak memahami peran otak kiri dan kanan, kemudian belajar bagaimana mengendalikan kesadaran diri untuk kapan mengunakan otak kiri dan kapan otak kanan, belajar mengenali berbagai kondisi mental yang menghambat proses berpikir kreatif dan kondisi seperti apa yang optimal untuk memunculkan berpikir kreatif. Setelah memperbaiki mindset dan menguasai prinsip-prinsip berpikir kreatif, selebihnya hanyalah memilih tools yang tepat sebagai acuan untuk berpikir kreatif, dalam berbagai 8training kebanyakan yang ditawarkan hanyalah tools-tools ini seperti “Metode Lateral Thinking” seolah hanya itu tools untuk berpikir kreatif padahal kalau hanya bicara tools ada banyak diluar sana tool yang tersedia, semua tinggal dipilih sesuai konteksnya atau secara kreatif bahkan kita bisa menciptakan tools sendiri bagaimana memicu kreatifitas, sepanjang mindsetnya sudah benar dan memahami prinsip prinsip bagaimana otak bekerja memproses informasi dan mengarahkan pilihan sadar untuk mengoptimalkannya.

 

Objective Program :

Agar mampu berfikir secara holistik dengan Chunk up, Chunk down dan Chunk side dengan Konsep NLP (Neuro Lingusitif Programming) dan memahami peran otak kiri dan kanan, belajar bagaimana mengendalikan kesadararan, belajar mengenali berbagai kondisi mental yang menghambat proses berpikir kreatif dan kondisi seperti apa yang optimal untuk memunculkan berpikir kreatif.

Durasi Training :

2-6 Days, depend on program selection, such as initial assessment, progress monitoring and impact review

Request Preview           Request Presentation

 

For More Information

Joe Mustafa (Zulfikar)

[email protected]

Hp : (+62) 8118455725